PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN DALAM ROMAN SALAH ASUHAN KARYA ABDOEL MOEIS KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA

  • Hasmi Novianti STKIP Ahlussunnah
  • Liga Febrina STIE Persada Bunda Pekanbaru
  • Yulia Pebriani STKIP PGRI Sumatera Barat

Abstract

Roman Salah Asuhan ini menceritakan tentang kisah seseorang pemuda Minangkabau yang bersekolah di HBS sekolah Belanda yang tidak menyukai kebudayaannya sendiri yaitu budaya Minangkabau, dan mencintai gadis Belanda yang bernama Corrie. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah Problematika Kebudayaan masyarakat Minangkabau yang tergambar dalam romanSalah Asuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan problematika kebudayaan yang tergambar dalam romanSalah Asuhan karya Abdoel Moeis. Problematika kebudayaan masyarakat Minangkabau yang terdapat dalam novel diantaranya dilihat dari,hambaatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistim kepercayaan, hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan, masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar, sikap etnosentrisme, hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan presepsi atau sudut pandang, sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal yang baru, dan perkembangan IPTEK.


Jenis penelitian ini adalah penelitian sastra dengan menggunakan metode hermeneutika. Sumber data dalam penelitian ini adalah roman Salah Asuhan  karya Abdoel Moeis yang terbit pada tahun 1928 dan terdiri dari 272 halaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kartu data, yang dilakukan melalui kegiatan membaca roman dengan saksama, menandai data, dan mencatat data. Data penelitian yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan mengklasifikasikan data mengenai problematika kebudayaanmasyarakat Minangkabau yang telah dicatat pada kartu, menafsirkan data yang telah di diklasifikasikan, lalu menyimpulkan data penelitian.


Hasil penelitian ditemukan problematika kebudayaan masyarakat Minangkabau dalam romanSalah Asuhankarya Abdoel Moeis yang dilihat dari hambaatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistim kepercayaan, hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi

References

Adeney, Bernard. 2000. Etika Sosial Lintas Budaya. Yogyakarta: Kansius
Atmazaki. 2005. Ilmu Sastra dan Terapan. Padang: Yayasan Citra Budaya Indonesia
Atmazaki. 2007. Ilmu sastra: Teori dan Terapan. Padang : UNP Press
Endraswara, Suwardi. 2008. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Medpress
Guntur, Henry Tarigan. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Jakarta: Angkasa
Intan, Desni Suri. 2012. Aku Tidak Membeli Cintamu. Jakarta :Penerbit Jendela
Muktar, 2013. Metode Praktis penelitian Deskriptif Kualitatif. Jakarta : Referensi
Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Teori Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka pelajar
Suyitno. 2009. Apresiasi Puisi dan Prosa. Surakarta, Jawa tengah. UNS
Wicaksono, Andri. 2014. Pengkajian Prosa Fiksi. Jakarta : Garudhawaca
Published
2021-09-12
How to Cite
NOVIANTI, Hasmi; FEBRINA, Liga; PEBRIANI, Yulia. PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN DALAM ROMAN SALAH ASUHAN KARYA ABDOEL MOEIS KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA. Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah, [S.l.], v. 4, n. 2, p. 376 - 386, sep. 2021. ISSN 2620-8458. Available at: <https://ojs.stkip-ahlussunnah.ac.id/index.php/jipa/article/view/181>. Date accessed: 27 jan. 2022.