VARIASI JARGON DALAM SUATU KOMUNITAS PEKERJA SALON KECANTIKAN DI KECAMATAN KRONJO, BANTEN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA

Authors

  • Dwi Septiani Author

Abstract

Dalam cara berkomunikasi, anggota komunitas menggunakan bahasa yang unik dalam struktur jargon yang biasanya hanya dipahami oleh anggota komunitas tersebut. Jargon adalah varian bahasa yang muncul sebagai hasil akhir dari persilangan fenomena sosial, interaksi sosial, dan cara komunikasi dalam suatu komunitas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan prosedur pembentukan dan arti dari variasi jargon dalam suatu komunitas pekerja salon kecantikan di Kecamatan Kronjo, Balaraja, Banten dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Pendekatan kualitatif dan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Observasi dan dokumentasi telah dilakukan dalam penelitian ini. Teknik simak libat cakap, teknik simak libat bebas cakap, teknik rekam, dan teknik catat juga digunakan untuk mengumpulkan data. Dari 50 data yang dikumpulkan, jargon berhasil diidentifikasi dan diklasifikasikan. Terdapat variasi jargon kata sifat (adjektiva) yang digunakan dalam komunitas pekerja salon kecantikan di Kecamatan Kronjo, Balaraja, Banten adalah 17 data, kata benda (nomina) sebanyak 12 data, dan kata kerja (verba) sebanyak 11 data, kata ganti orang (pronomina) sebanyak 6 data, kata keterangan (adverbia) adalah 4 data, dan numeralia terdapat hanya 1 data. Selain itu, jargon dalam bentuk berjumlah 6 data. Hasil kajian tentang variasi jargon ini dapat diimplikasikan untuk pembelajaran bahasa Indonesia di SMA, yaitu pada kompetensi dasar 3.5, yakni menulis teks anekdot dari yang berkaitan dengan isi dan unsur makna tersirat dalam materi teks anekdot di kelas X semester 1.

Downloads

Published

2023-03-01

Issue

Section

Articles