TRADISI NGANTOK BEHAUH DARI ANAK BETINO KE TENGGANAI MENJELANG BULAN RAMADHAN PADA MASYARAKAT HAMPARAN RAWANG

Authors

  • Yolla Ramadani Author
  • Hafizah Hafizah Author

Abstract

Tradisi Ngantok Behauh dari Anak Betino ke Tengganai mejelang bulan Ramadhan pada masyarakat Hamparan Rawang merupakan tradisi mengantarkan beras atau sembako lainnya dari saudara perempuan ke tengganai atau saudara laki-laki. Tradisi Ngantok Behauh masih dilaksanakan oleh masyarakat Hamparan Rawang hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan, mengetahui makna dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam Ngantok Behauh pada masyarakat Hamparan Rawang. Analisis data yang yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis etnografi dari Clifford Geertz, hermeneutik data, menginterpretasikan data, dan interpretatif direpresentasikan. Penelitian ini menghasilkan bahwa tradisi Ngantok Behauh merupakan tradisi turun temurun yang masih dilaksanakan masyarakat Hamparan Rawang hingga saat ini. Tradisi ini masih dipertahankan oleh masyarakat karena mengandung nilai-nilai dan makna yang dihayati oleh seluruh masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ngantok behauh diantaranya: nilai-nilai persaudaraan, nilai social dan nilai kearifan lokal. Selain ini tradisi ngantok behauh juga memiliki makna untuk mempererat hubungan silahturahmi antar keluarda sekaligus penghormatan kepada anak jantan yang akan selalu siap sedia dalam membantu anak betino menyelesaikan setiap permasalahan yang ditemui nantinya.

Downloads

Published

2024-03-01

Issue

Section

Articles